Statistiche web
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Makna Bekerja Bagimu?

Ilustrasi Orang Sedang Bekerja

Dalam Islam, seorang laki-laki yang bekerja memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah. Di zaman sekarang, muncul pula berbagai masalah kerja bagi sebagian orang. Banyak faktor sebetulnya. Tapi tergantung alasan setiap orang yang mengalaminya seperti belum adanya pekerjaan yang dapat menampung potensinya, ketidakcocokan dengan gaji yang diinginkan, sampai adanya orang yang pilah-pilih pekerjaaan agar sesuai dengan kriteria yang cukup rumit.

Saya punya sedikit pengalaman terkait bekerja. Semenjak menikah pikiran saya cukup rumit untuk memikirkan pekerjaan yang kala itu disambi dengan kuliah. Saat itu saya terus berpikir bagaimana caranya bisa bekerja tapi kuliah juga tetap jalan.

Saya lakoni kehidupan baru setelah selesainya akad pernikahan dengan membantu istri berjualan, menjadi guru les komputer, menjadi penyiar radio, jualan online, mengambil loker guru hononer, hingga saat ini berstatus sebagai karyawan di suatu yayasan keagamaan.

Roda kehidupan ini terus berputar, bila sampai detik ini kamu masih belum bekerja maka akan banyak masalah yang datang kepadamu. Karena untuk bernaung saja kamu harus mengeluarkan uang setiap bulannya. Agar kamu semangat dalam bekerja dan mencarinya, simak catatan berikut ini.


1. Mulianya Orang yang Bekerja

Dalam Islam bekerja disebut sebagai kewajiban karena disebut sebagai salah satu jalan untuk meraih rezeki Allah. Kemudian, hasil dari kerja keras itu nantinya untuk memenuhi kebutuhan diri kita sendiri & juga keluarga. Kedudukan bekerja begitu tinggi bagi seorang laki-laki asalkan dilandasi dengan niat yang baik dan pekerjaannya tidak melanggar syariat Islam.

Agama Islam mencintai seorang muslim yang giat bekerja, mandiri, dan rajin memberi. Sebaliknya, membenci orang yang pemalas, suka berpangku tangan & menjadi beban bagi orang lain [1].


2. Dalil Bekerja di dalam Al-Qur'an

Mengutip dari tulisan Jarifin (2019) disebutkan bahwa landasan bagi seorang muslim dalam bekerja terdapat di dalam QS. Al-Jumu'ah [62]: 10 & Al-Muzzammil [73]: 20 sebagai berikut:

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

"Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung."

۞ اِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ اَنَّكَ تَقُوْمُ اَدْنٰى مِنْ ثُلُثَيِ الَّيْلِ وَنِصْفَهٗ وَثُلُثَهٗ وَطَاۤىِٕفَةٌ مِّنَ الَّذِيْنَ مَعَكَۗ وَاللّٰهُ يُقَدِّرُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۗ عَلِمَ اَنْ لَّنْ تُحْصُوْهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْاٰنِۗ عَلِمَ اَنْ سَيَكُوْنُ مِنْكُمْ مَّرْضٰىۙ وَاٰخَرُوْنَ يَضْرِبُوْنَ فِى الْاَرْضِ يَبْتَغُوْنَ مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ ۙوَاٰخَرُوْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖفَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُۙ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًاۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۙهُوَ خَيْرًا وَّاَعْظَمَ اَجْرًاۗ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖ

"Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."


3. Bekerja adalah Jihad

Diriwayatkan bahwa ada beberapa orang sahabat yang mengomentari seorang pemuda kuat yang rajin bekerja. Mereka lantas berkata,
 
"Andai saja ini dilakukan untuk jihad di jalan Allah Ta'ala." 

Kemudian Nabi Saw. bersabda, 

"Janganlah kamu berkata seperti itu. Jika ia bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk menafkahi kedua orang tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya, maka ia pun di jalan Allah. Namun jika ia bekerja dalam rangka riya atau berbangga diri, maka ia di jalan setan." (HR. Thabrani).


Catatan Penulis

Para Nabi sekalipun sebagai utusan dan punya kedudukan mulia, mereka juga bekerja sebagaimana manusia lainnya untuk memenuhi kebutuhannya. Seperti Nabi Adam yang bertani, Nabi Ibrahim menjual pakaian, Nabi Nuh & Zakaria menjadi tukang kayu, Nabi Idris menjadi penjahit, dan Nabi Musa penggembala [2].

Kemudian, Allah mengabadikan Nabi Daud di dalam Qur'an tentang pekerjaannya sebagai pembuat baju besi di dalam QS. Al-Anbiya [21]: 80

وَعَلَّمْنٰهُ صَنْعَةَ لَبُوْسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِّنْۢ بَأْسِكُمْۚ فَهَلْ اَنْتُمْ شَاكِرُوْنَ 

"Dan Kami ajarkan (pula) kepada Dawud cara membuat baju besi untukmu, guna melindungi kamu dalam peperangan. Apakah kamu bersyukur (kepada Allah)?"

Sahabat yang budiman, dari renungan di atas khususnya bagi kamu yang belum bekerja segeralah bekerja dan mencarinya. Karena ketika kita dapat uang, akan bahagia ketika kita bisa membantu orang di sekitar dengan keringat kita sendiri. Kita juga akan merasakan haru ketika bisa membelikan bingkisan terbaik untuk keluarga kita sendiri.

Saya sangat menyayangkan ketika ada orang yang pilih-pilih dalam bekerja. Ingin sekali bekerja tapi kerjaannya harus sesuai dengan tingkat kenyamanannya (sama-sama enak). Mohon maaf, kalau mencari pekerjaan tanpa ada masalah saya rasa tidak akan ada. Setiap pekerjaan pasti di dalamnya akan didapati masalah baik itu dari atasan, teman sekantor maupun pekerjaan yang kita lakukan.
Saran saya bagi kamu seorang laki-laki, yang penting sudah bisa bekerja itu sudahlah bagus.

Jangan pikirkan gaji dulu, sudah sehabat apa dulu potensimu untuk perusahaan. Karena perusahaan sangat butuh karyawan yang dapat mengembangkan perusahaannya agar mereka bisa menggaji lebih untukmu! Saya cuma menyarankan, apapun pekerjaan yang ditawarkan ambil saja dulu asalkan tidak menyalahi syariat. Niatkan untuk beribadah, berapapun gajinya jangan gengsi. Memang kebutuhanmu sangatlah banyak tapi serahkan hal itu kepada Allah karena kita sedang berusaha yang terbaik.

Dalam bekerja, pengalamanmu sangatlah penting karena itu sebuah modal yang mahal. Karena terkadang kamu harus berada pada posisi yang menurutmu salah tapi kamu harus bisa melakukannya. Oleh karena itu, sejak duduk di bangku sekolah kamu jangan banyak berpacaran, bahkan bagi saya itu tidaklah penting. Saya banyak ikut organisasi untuk mengambil ilmu & pengalaman untuk masa depan nanti. Alhasil itu semua terpakai setelah saya renungkan.

Saya baru bisa mengucapkan "semangat" bagi kamu yang saat ini sedang bekerja. Saya berdoa semoga diberikan kelancaran dalam menjalaninya. Bagi kamu yang belum mendapatkan pekerjaan, silahkan renungkan pembahasan yang tadi kamu baca sebagai catatan dari agar kamu makin siap menghadapi kenyataan di depan.


Referensi

[1] Jarifin, Ahmad. (2019). 88 Strategi Bisnis Ala Rasulullah yang Tak Pernah Rugi. Yogyakarta: Araska. Hal. 09

[2] -------------------- (2019). 88 Strategi Bisnis Ala Rasulullah yang Tak Pernah Rugi. Yogyakarta: Araska. Hal. 10-11

Santri Kuping
Santri Kuping Hai! Saya Guntur saat ini bekerja di Yayasan Semangat Berdakwah Indonesia sebagai management team & pengajar di Rumah Tahfiz Indonesia. Salam kenal :)

Posting Komentar untuk "Apa Makna Bekerja Bagimu?"