Statistiche web
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Isra Miraj Sebuah Peristiwa Fenomenal

Pemandangan Masjid dan Langit

Peristiwa isra' mi'raj terjadi setahun sebelum hijrah. Ibnu Hazm memastikan peristiwa itu terjadi pada malam 27 bulan Rajab, tepatnya pada malam Senin setelah Rasul Saw. pulang dari perjalanannya ke Tha'if. Ini pendapat termahsyur dan kebanyakan dipegang oleh kaum muslimin (Ridha, 2021, hal. 4).

Isra' merupakan perjalanan Rasulullah Saw. dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis. Sedangkan Mi'raj adalah perjalanan Rasulullah Saw. dari Baitul Maqdis ke langit. Pada malam itu pula diwajibkan shalat lima waktu  (Ridha, 2021, hal. 4).

Terkait Isra' Allah menjelaskannya di dalam QS. Al-Isra' [17]: 1 sebagai berikut.

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ - ١

"Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."


A. Perselisihan Ruh & Jasad

Pendapat yang mengatakan Isra'nya Rasulullah Saw. hanya ruh saja dikatakan oleh Muhammad ibn Jarir Ath-Thabari dalam tafsirnya. Dijelaskan bahwa "Dari Hudzaifah, bahwa dia berkata: "itu hanya mimpi. Tubuh Rasulullah Saw. sendiri tidak hilang dari tempat. Yang diisra'kan hanya ruhnya saja."  (Ridha, 2021, hal. 4).Terdapat perselisihan terkait bagaimana cara Isra' terjadi. Mayoritas pendapat mengatakan bahwa yang diisra'kan adalah ruh sekaligus jasad Rasulullah Saw. Terdapat sebagian kecil pendapat yang mengatakan bahwa Isra' terjadi hanya ruhnya saja  (Ridha, 2021, hal. 4).

Terdapat hadits yang dikatakan oleh Aisyah ra. dan Muawiyah ra. Dari Aisyah dikatakannya bahwa  (Ridha, 2021, hal. 4):

"Demi Allah, jasad Rasulullah tidaklah hilang tetapi dimi'rajkan ruhnya saja."

Adapun perkataan Muawiyah ra. juga sama persis seperti yang disampaikan oleh Aisyah di atas. Walau demikian, dikatakan bahwa hadits yang dibawakan oleh Aisyah tidak tsabit (otentik) karena saat itu ia belum menjadi istri Nabi Saw. Di sisi lain ada juga pendapat dari An-Nasafi yang mengatakan bahwa Isra' dilakukan dalam keadaan terjaga (Ridha, 2021, hal. 5).

Jika dalam Isra' terdapat perselisihan tentang ruh dan jasad. Di dalam mi'raj pun sama halnya yakni terdapat perselisihan yang sama sebagaimana isra'. Walau demikian, mayoritas pendapat mengatakan bahwa Rasullah Saw. diisra-mi'rajkan bersamaan dengan ruh dan jasanya. Yang jelas terdapat bantahan dan penjelasan khusus terkait hal ini.

Kembali lagi ke peristiwa fenomemal bahwa Isra' merupakan perjalanan Rasulullah Saw. dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis (Masjidil Aqsha). Dijelaskan bahwa selama perjalanan, Rasulullah Saw. mengendarai Buraq untuk sampai ke Masjidil Aqsha. Sesampainya di sana, Rasulullah Saw. shalat bersama para Nabi & Rasul di dalamnya. Selepas shalat itulah kemudian Rasulullah Saw. diangkat oleh Allah ke langit  (Ridha, 2021, hal. 6).


B. Pengaruh Isra'-Mi'raj di Kalangan Mukmin & Kafir

Di kalangan kafir Quraisy banyak yang menanyakan kebenaran cerita tersebut sampai-sampai meminta Nabi Saw. untuk menggambarkan suasana Masjidil Aqsha sampai kafilah yang dagang yang sedang pulang pada waktu itu. Walau demikian, Rasulullah Saw. atas izin Allah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada hingga membuar kafir Quraisy terheran-heran sembari memegang kepala mereka dan sebagiannya lagi bertepuk tangan  (Ridha, 2021, hal. 9).Setelah Rasulullah Saw. melakukan Isra-Mi'raj. Pengaruh kisah perjalanannya itu menjadi cobaan keimanan bagi siapapun yang mendengarnya. Bagi Abu Bakar As-Siddiq beserta orang beriman cerita itu diyakini kebenarannya. Namun adapula orang beriman yang kemudian murtad atas cerita tersebut  (Ridha, 2021, hal. 8).

Artikel lanjutannya bisa klik link di bawah ⬇️

Perjalanan Rasulullah Saw Ke Sidratul Muntaha


Referensi

Ridha, Muhammad. (2021). Isra'-Mi'raj dan Permulaan Masuknya Islam Kaum Anshar. Hikam Pustaka.

Santri Kuping
Santri Kuping Hai! Saya Guntur saat ini bekerja di Yayasan Semangat Berdakwah Indonesia sebagai management team & pengajar di Rumah Tahfiz Indonesia. Salam kenal :)

2 komentar untuk "Isra Miraj Sebuah Peristiwa Fenomenal"