Statistiche web
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makna Imamah dan Khilafah

Ilustrasi Prajurit Islam

Bila bahas tentang sistem kenegaraan Islam yang disebut dengan Khilafah. Kadang terdapat penyebutan Imamah di dalamnya. Apakah keduanya sama ataukah justru berbeda? Tulisan ini akan mencoba mengupasnya dari seorang penulis bernama Irkham Fahmi Al-Anjatani.

Menurut Imam Al-Hafidz An-Nawawi di dalam kitabnya Raudhah Ath-Thalibin Wa Umdah Al-Muftin, Juz 10 hal. 49 dan Syaikh Khatib Asy-Syarbini  di dalam kitabnya Mughnil Muhtaj, Juz 4 hal. 132 menyatakan bahwa:

يجوز ان يقل للاما م: الخليفة، والامام، وأمير امؤمنين

"(untuk) Imam boleh disebut Khalifah, Imam atau Amirul Mukminin."

Syaikh Muhammad Najib Al-Muthi'i dalam kitab Takmilah dan Imam Ibnu Mandzhur dalam Lisanul 'Arab, Juz IX hal. 83 menyatakan:

الا ما مة والخلافة وإمارة المؤمنين مترادفة

"Imamah, Khilafah dan Imaratul Mukminin itu adalah Sinonim."

Imam Ar-Razi dalam kitabnya Mukhtaru Ash-Shohihah, hal. 186 menyatakan:

الخللافة أو الامامة العظمى، أو إمارة المؤمنين كلها يؤدى معنى واحدأ، وتدل على وظيفة واحدة و هي السلطة العيا للمسلمين

"Khilafah, Imamah al-'Uzhma, atau Imarah al-Mukminin semuanya memberikan makna yang satu, dan menunjukkan tugas yang juga satu (sama), yaitu kekuasaan tertinggi bagi kaum Muslimin."

Berdasarkan penjelasan di atas, kesimpulannya bahwa kata Khilafah dan Imamah keduanya memiliki makna yang sama atau dalam kaidah Bahasa Indonesia disebut Sinonim yang artinya persamaan kata. Baca juga definisi Khilafah menurut para ulama.


Referensi

Fahmi, Irkham. 2016. Risalah Tabayun HTI Untuk Para Tokoh Umat Menjalin Ukhuwah Membangun Dakwah. Cirebon: Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Cirebon.

Santri Kuping
Santri Kuping Hai! Saya Guntur saat ini bekerja di Yayasan Semangat Berdakwah Indonesia sebagai management team & pengajar di Rumah Tahfiz Indonesia. Salam kenal :)

Posting Komentar untuk "Makna Imamah dan Khilafah"