Statistiche web
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pilihlah Ngontrak Setelah Menikah

Ilustrasi Bunga Berpasangan

Bagi pasangan pengantin baru, ngontrak atau tinggal bersama orangtua adalah pilihan yang cukup membingungkan. Memang hal itu kembali lagi kepada kondisi masing-masing si pengantin. Yang jelas memilih ngontrak atau tetap tinggal bersama orang tua punya konsekuensi masing-masing.

Bagi yang mau tetap tinggal bersama orangtua baik itu tinggal di kediaman orangtua si pria maupun wanita, pasangan suami-istri harus siap menerima lingkungan di dalamnya. Mulai dari peraturan seperti kebersihan, kerapian, akses perabotan rumah tangga, hingga ruang gerak pribadi.

Saya punya pengalaman tinggal di rumah orang tua baik itu di kediaman orangtua saya sendiri maupun mertua. Dari segi finansial sebetulnya sangat menghemat pengeluaran dikarenakan tidak ada biaya sewa rumah. Selain itu, biaya listrik, gas, nasi beserta lauk-pauk, perabotan rumah tangga seperti lemari es, penanak nasi, TV, dan lain sebagainya bisa digunakan bersama-sama.

Adapun tagihan yang perlu dibayar ketika tinggal bersama orangtua/mertua hanya perlu patungan (subsidi) untuk membayar tagihan listrik bulanan, gas, minyak, kebutuhan dapur, dan seterusnya. Keuntungan tinggal bersama orang tua yang saya rasakan yaitu biaya lebih hemat untuk sekadar bertahan hidup dan berteduh.

Akan tetapi, hidup bersama orangtua/mertua setelah menikah terdapat juga minusnya. Saya sangat merasakan ruang gerak yang terbatas dan harus memperhatikan detail kebersihan. Karena bagaimana pun orang tua adalah sosok yang telah mendidik anaknya untuk tertib dan menjaga kebersihan serta kerapian rumah.

Bukan soal itu saja, orangtua akan memperhatikan sikap diri kita dan kepedulian kita saat berada di rumah. Kadang adakalanya saya merasakan serba salah, ketika ada lantai kotor sedikit langsung dikomentari. Ketika sedang asik rebahan dikiranya sedang bermalas-malasan dan lain sebagainya. Ini teruntuk yang orangtuanya lumayan tegas dan ketat. Mungkin ada yang merasakannya senasib, ada juga yang tidak.

Yang jelas ketika hidup satu atap dengan orangtua, suami-istri tidak bebas terutama dari segi bergaul dan bermanja-manjaan. Mungkin istri merasa ruang gerak sangat sempit ketika ingin menggoda suaminya dengan baju pestanya. Belum lagi ketika suami/istri ruang geraknya hanya di kamar saja. Ada waktunya merasa jenuh dan stress karena keterbatasan gerak.

Berbeda apabila memilih ngontrak rumah entah itu masih berdekatan dengan orangtua ataupun jauh. Sepasang suami-istri akan merasakan ketentraman dan mendapatkan kebebasan dalam bergerak. Suami dan istri bisa menghias rumah dan berkreativitas di dalamnya. Berbeda jika tinggal bersama orangtua, mungkin sekadar memindahkan barang saja bisa terjadi komplain.

Memang biaya ketika mengontrak itu akan terasa pengeluarannya mulai dari biaya sewa rumah, membayar tagihan listrik, membeli bahan-bahan dapur, hingga perabotan lainnya untuk menunjang kebutuhan rumah tangga. 

Akan tetapi, hal inilah yang justru mahal untuk didapatkan. Suami-istri akan memiliki sifat mandiri dan keduanya saling bertanggungjawab. Kedewasaan akan terus dipupuk dan terciptalah pasangan yang punya pengalaman hidup.

Memang memilih ngontrak rumah itu perlu waktu untuk dipikirkan terlebih dahulu. Tapi berlama-lama tinggal bersama orangtua juga kadang tidaklah baik untuk kelangsungan keluarga ke depan. Karena bagaimana pun yang namanya berumah tangga akan ada konflik yang harus dihadapi dan diselesaikan bersama. Kalau suatu saat terjadi konflik antara suami dan istri lalu orang tua ikut campur urusan konflik maka akan menjadi repot.

Selain itu, Qawam (kepemimpinan) suami sebagai kepala rumah tangga pun bisa layu karena orangtua turut campur dalam penyelesaian konflik yang ada. Alhasil sang suami dikhawatirkan tidak punya pendirian dan lemah dalam mengambil keputusan ketika menghadapi masalah di rumah tangga.

Bagi saya pribadi dan hasil pengalaman yang ada, ngontrak merupakan pilihan terbaik bagi kelangsungan keluarga ke depan. Hidup terasa lebih nyaman dan tentram karena semuanya kita yang kendalikan.

Sebelum memutuskan untuk ngontrak, alangkah lebih baik jika suami dan istri saling berdiskusi terlebih dahulu dan keduanya melakukan kesepakatan. Pada intinya, permasalahan biasanya ada di urusan keuangan. Suami-istri harus siap mengatur pengeluaran yang ada dengan melakukan perencanaan terlebih dahulu agar tidak kaget.

Bagaimana pengalamanmu selama berumah tangga? Semoga artikel ini bermanfaat 😇

Santri Kuping
Santri Kuping Hai! Saya Guntur saat ini bekerja di Yayasan Semangat Berdakwah Indonesia sebagai management team & pengajar di Rumah Tahfiz Indonesia. Salam kenal :)

Posting Komentar untuk "Pilihlah Ngontrak Setelah Menikah"