Statistiche web
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Dakwah dan Penerapannya di Masyarakat


Ilustrasi Simbol Dakwah

Dalam Islam dakwah adalah kewajiban sebagaimana Allah firmankan di dalam kitab-Nya berikut ini:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (TQS. Ali-Imran [3]: 104).

Dalam Tafsir Jalalyn dijelaskan bahwa kata "Min" di dalamnya menunjukkan "sebagian" karena perintah di dalamnya merupakan Fardhu Kifayah sehingga dakwah tidak mesti seluruh umat dan tidak pula setiap orang. Hal itu demikian, karena dakwah diwajibkan bagi orang yang mampu serta sebelumnya memiliki keilmuan. Adapun orang bodoh tidak termasuk dalam hal itu sebagaimana yang dimaksud di dalam tafsir tersebut.

Akan tetapi, hendaknya setiap muslim memahami apa itu dakwah baik dari segi makna maupun praktiknya. Pada dasarnya itu adalah ilmu yang harus diperoleh bagi setiap muslim karena menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang sebagaimana yang pernah dijelaskan pada artikel berjudul "Mengapa Menuntut Ilmu Dihukumi Wajib Dalam Islam?"


A. Pengertian Dakwah

Dakwah secara etimologis berasal dari bahasa Arab yang diambil dari kata da'a, yad'u, da'wan, du'a yang berarti mengajak/menyeru, memanggil, seruan, permohonan, dan permintaan. Dakwah sering diistilahkan sebagai tabligh, amr ma'ruf nahi munkar, mau'idzah hasanah, tabsyir, indzhar, washiyah, tarbiyah, ta'lim dan khotbah.

Di dalam Al-Qur'an, istilah dakwah diungkapkan dalam bentuk fi'il maupun mashdar sebanyak lebih dari seratus kata. Al-Qur'an menggunakan kata dakwah untuk mengajak kepada kebaikan yang disertai dengan risiko masing-masing pilihan. Di dalam Al-Qur'an, dakwah dalam artian "mengajak" ditemukan sebanyak 46 kali, 39 kali dalam arti "mengajak kepada Islam dan kebaikan" dan 7 kali dalam arti "mengajak ke neraka atau kejahatan" dan masih banyak lagi.

Secara sederhana, makna dakwah secara bahasa adalah seruan. Sedangkan dalam istilah syariah, dakwah adalah seruan kepada manusia untuk memeluk dan mengamalkan Islam serta melakukan kema'rufan dan mencegah kemungkaran. Selain itu, didefinisikan juga sebagai upaya untuk mengubah masyarakat baik dari segi pemikiran, perasaan maupun sistem aturannya dari yang mulanya masyarakat jahiliyyah ke arah masyarakat yang islami.

Di Indonesia sendiri, kata dakwah bermakna "seruan" dan "ajakan". Makna "seruan" berarti seruan kepada Islam atau seruan Islam. Sedangkan makna "ajakan" berarti ialah ajakan kepada Islam atau ajakan Islam.


B. Penerapan Dakwah di Masyarakat

Perlu diketahui bersama bahwa seluruh amalan di dalam Islam harus berlandaskan dalil agar tidak melenceng dari koridor syariat. Oleh karena itu, amalan dakwah haruslah sesuai dengan apa-apa yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. 

Pada fase Rasulullah Saw. berada di Mekkah, dakwah dilakukan dengan aktivitas pengkajian dan pemahaman tsaqafah Islam terlebih dahulu atau disebut sebagai marhalah tatsqif. Setelah itu, barulah para sahabat melaksanakan kewajiban-kewajiban Islam.

Orang-orang mukmin yang jujur yang telah mempelajari dan memahami Islam, barulah masuk kepada fase marhalah tafa'ul wa al-kiffah (berinteraksi dengan masyarakat dan berjuang) sampai umat memahami Islam dan mengerti keharusan terwujudnya syariat Islam di dalam kehidupan.

Pada proses tafa'ul para pengemban dakwah harus siap menerima konsekuensi atas aktivitas dakwahnya tersebut. Dalam penerapan dakwah di masyarakat, Para pengemban dakwah harus bisa memahamkan masyarakat tentang Islam beserta syariat hingga sampai kepada penerapan di dalam kehidupan. 

Di sisi lain, para pengemban dakwah juga harus membeberkan kerusakan-kerusakan masyarakat, mengkritik dan menyerang pemahaman-pemahaman yang salah serta pendapat-pendapat yang rusak. Aktivitas ini secara sederhana bisa diterapkan melalui demontrasi, long march ataupun debat dengan cara yang syar'i tentunya. Hal ini terdapat di dalam Al-Qur'an sebagaiman firman-Nya sebagai berikut.

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (TQS. An-Nahl [16]: 125).


C. Subjek dan Objek Dakwah

Orang yang berdakwah disebut sebagai subjek dakwah. Mereka yang berdakwah adalah siapa saja yang telah terkena taklif syar'i (Islam, baligh, dan berakal). Adapun orang yang menerima dakwah atau disebut sebagai objek dakwah adalah orang kafir (sebagai individu maupun negara) dan juga orang Islam.

Sesuai dengan bentuk aktivitas dakwahnya, subjek dakwah terbagi menjadi tiga sebagai berikut.


1. Individu

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (TQS. Fushshilat [41]: 33).


2. Kelompok (Jamaah)

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (TQS. Ali-Imran [3]: 104).


3. Negara

مَا قَاتَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَومًا حَتَّى يَدعُوَهُمْ 

Rasulullah Saw. (sebagai kepada negara) tidak pernah memerangi suatu kaum melainkan sesudah terlebih dulu beliau menyampaikan dakwah Islam kepada mereka (HR. Ahmad).


D. Tujuan Dakwah

Dakwah Islam adalah mengubah keadaan yang tidak islami menjadi islami agar dapat mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Dakwah bukan sekadar aktivitas menyeru untuk berbuat baik atau melarang berbuat munkar, melainkan harus disertai usaha untuk melakukan perubahan.

Apabila mengkaji perjalanan dakwah Rasulullah Saw. maka dakwah diarahkan untuk:

1. Membentuk kader yang memiliki kepribadian Islam (syakhsyiyyah islamiyyah).

2. Membentuk jamaah yang membina kader dan memperjuangkan tegaknya daulah Islamiyah.

3. Membentuk Daulah Islamiyah yang menerapkan seluruh ajaran Islam.


Referensi

-  Al-Qur'an Nur Karim.
- An-Nabhani, Taqiyuddin. (2016). Mafahim Hizbut Tahrir. Jakarta: Hizbut Tahrir Indonesia.
- Munir, Muhammad & Wahyu Ilaihi. (2006). Manajemen Dakwah. Jakarta: Kencana.
- Tim Lembaga Dakwah Kampus. (2016). Materi Dasar Islam: Islam Mulai Akar Hingga Daunnya. Bogor: Al Azhar Press.

Santri Kuping
Santri Kuping Hai! Saya Guntur saat ini bekerja di Yayasan Semangat Berdakwah Indonesia sebagai management team & pengajar di Rumah Tahfiz Indonesia. Salam kenal :)

Posting Komentar untuk "Pengertian Dakwah dan Penerapannya di Masyarakat"