Statistiche web
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketika Tidak Tahu Harus Bagaimana Lagi

 

Pria yang Sedang Merenung

Hidup kadang senang, kadang juga susah. Yang jelas tidak selamanya manusia akan selalu hidup dalam keadaan senang. Begitu pun sebaliknya, akan berakhir pula masa bagi manusia yang hidup dalam keadaan susah yang diliputi dengan rasa kesedihan. Yang jelas hidup ini bagaikan roda yang berputar, kemarin sedang di atas mungkin esok atau lusa kita sudah berada di bawah lagi.

Sedikit nasihat untuk kita semua bahwa hidup ini dijalani dengan penuh perjuangan. Hidup perlu pengorbanan dalam meniti setiap prosesnya entah itu waktu, tenaga, bahkan pikiran. Lelah serta letih kita cicipi sedikit demi sedikit dalam menyambung nyawa. Tapi percayalah bahwa semua usaha akan terbayarkan suatu saat nanti.

Mungkin diri kita sendiri yang tidak sabaran. Masalah baru "seuprit" atau "secuil" tapi kita sudah melemah dengan cara mengeluh. Tubuh seakan-akan lesu dan pandangan pun terasa malu untuk merontokkan masalah itu.

Tidak biasanya kita selemah itu. Hanya karena masalah lantas apakah harus kita diamkan? Tentu tidak! Masalah seberat apapun itu pasti akan ada masanya runtuh. Namun bukan berarti kita menunggu masalah itu runtuh dengan sendirinya. Tentunya kita perlu mendobraknya dengan potensi dan strategi yang dimiliki. Yang jelas kita harus sambungkan akal dan otot karena waktu tidak pernah menunggu.

Ingatlah bagaimana Nabi Musa as. dikejar oleh Fir'aun dan bala tentaranya. Kala itu Nabi Musa as. beserta pengikutnya tidak bisa melawan prajurit Fir'aun yang bersenjata lengkap. Andai kata Nabi Musa as. berdiam diri pasti akan sampai di tangan Fir'aun dan dihukum beserta pengikutnya. 

Namun, kala itu usaha yang harus dilakukannya ialah berlari dan lolos dari kejaran si diktator bengis itu. Hingga pada akhirnya Nabi Musa as. tersudutkan dan terdiam sejenak setelah melihat di hadapannya ialah laut yang sangat luas. Sedangkan Fir'aun beserta bala tentaranya terus menghampiri dengan ambisi menghukum sang Nabi beserta pengikutnya.

Siapa sangka dalam posisi tersudutkan itu Allah Ta'ala menurunkan pertolongan kepada Nabi Musa as. dengan terbelahnya laut yang terjadi diluar nalar manusia bagaimana hal itu bisa terjadi. Bagi Allah selaku Sang Pencipta tentu sangat mudah karena itu adalah ciptaan-Nya.

Bahkan pertolongan Allah tidak hanya sampai di situ. Laut yang mulanya terbelah sebagai jalan melarikan diri Nabi Musa as. beserta pengikutnya tertutup kembali ketika Fir'aun beserta bala tentaranya melewatinya. Itulah hebatnya Allah Ta'ala. Itulah pertolongan-Nya dan itulah kebesaran-Nya.

Apabila kita merasa diri ini tidak berguna, tentu itu salah! Banyak orang diluar sana membutuhkan tenagamu, waktumu, dan pemikiranmu. Andai kamu mendatangi tukang bangunan pasti mereka membutuhkan tenagamu untuk menyelesaikan proyek mereka. Andai kamu seorang yang bisa memecahkan soal perhitungan pasti kamu bermanfaat di kalangan siswa yang sedang belajar matematika.

Kalau kamu merasa sendiri dan sudah berada diujung tanduk yang tak tahu harus bagaimana lagi, ingatlah kisah Nabi Musa as. tadi. Yakinlah akan tiba pertolongan Allah yang datang tanpa diduga. Uangmu habis dan kamu sedang menjalani masa yang sulit, Allah Maha Melihat apa yang dikerjakan hamba-hamba-Nya bahkan isi hati seluruh hamba-Nya pun dapat Dia dengarkan.

Kamu bisa menunggu pertolongan Allah dengan terus berdo'a dan berpikir untuk keluar dari masalah saat ini. Kamu juga mungkin perlu mendatangi orang-orang terdekat hanya untuk meminta nasihat, bukan uang. Di situlah keyakinan dan keikhlasan dilatih.

Semoga tulisan ini dapat menenangkan kegelisahan hati para pembaca. Semoga setiap urusan Anda diberikan kelancaran dan kemudahan. Wassalam...

Santri Kuping
Santri Kuping Hai! Saya Guntur saat ini bekerja di Yayasan Semangat Berdakwah Indonesia sebagai management team & pengajar di Rumah Tahfiz Indonesia. Salam kenal :)

Posting Komentar untuk "Ketika Tidak Tahu Harus Bagaimana Lagi"