Statistiche web
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengaruh Runtuhnya Khilafah Bagi Umat Islam Dunia (Bagian 1)

Ilustrasi Runtuhnya Khilafah

03 Maret 1924 merupakan peristiwa kelam bagi umat Islam karena pada waktu itu sistem kepemimpinan negara yang disebut dengan Khilafah telah runtuh atas campur tangan seorang antek Inggris bernama Mustafa Kemal Atatturk.

Waktu itu kebebasan umat Islam dalam menjalankan syariat Islam dicabut paksa hingga ke akar-akarnya yang menyebabkan Turki berubah menjadi negara yang Sekular. Terdapat aturan-aturan yang nyeleneh saat Mustafa Kemal mengambil alih kepemimpinan negara seperti digantinya adzan dengan bahasa Turki, muslimah dipaksa untuk melepas hijabnya hingga terjadinya Westernisasi di Turki yang sebelumnya merupakan Daulah Khilafah Utsmaniyyah yang menjadikan syariat Islam sebagai landasan bernegara.

Saat ini, tepatnya di tahun 2022 sebagaimana tulisan ini dibuat itu artinya umat Islam di seluruh dunia telah kehilangan persatuan kepemimpinan dalam bernegara selama 98 tahun lamanya. Lantas apa pengaruh dari runtuhnya daulah Khilafah untuk umat Islam hingga saat ini?


1. Munculnya Ide Nasionalisme

Contoh sederhananya adalah Palestina yang merupakan jantung umat Islam yang sampai sekarang masih dikuasai oleh Zionis Yahudi. Padahal umat Islam di dunia berjumah kurang lebih 1,2 miliar namun sampai sekarang dengan umat Islam sebanyak itu masih kesulitan untuk membebaskan bumi Palestina dari campur tangan Zionis Yahudi dan antek-anteknya  (Iskandar, 2016, hal. 215).Runtuhnya Kekhilafahan yang berpusat di Instanbul Turki pada tahun 1924 membuat kekuatan politik umat Islam lemah hingga saat ini. Wilayah Islam yang dulunya luas kemudian terkotak-kotak oleh ikatan rapuh Nasionalisme yang menggantikan ikatan akidah. Pengaruh ikatan Nasionalisme menjadikan negeri-negeri kaum muslimin bersikap individualistik ketika ada negeri lainnya mendapatkan persoalan & membutuhkan bantuan. Alhasil di antara mereka tidak ada yang menolong karena sibuk dengan alasan persoalan dalam negerinya (Iskandar, 2016, hal. 214).


2. Propaganda Nasionalisme sebagai Solusi Bernegara

Padahal pernyataan "Cinta tanah air sebagian dari iman" merupakan propaganda Barat untuk memecah belah umat Islam dunia. Selain itu, kalimat tadi jelas-jelas bertentangan dengan sabda Rasulullah Saw. sebagai berikut (Iskandar, 2016, hal. 215):Ide tentang Nasionalisme disebut sebagai propaganda Barat dalam melanggengkan Neo Imperialismenya lewat pemikiran sehingga umat Islam dunia mustahil untuk bersatu di bawah ikatan tersebut. Sampai-sampai di dalam tubuh umat Islam sendiri Nasionalisme itu dilanggengkan dan disebut-sebut ada dalinya yaitu "Cinta tanah air sebagian dari iman" (Iskandar, 2016, hal. 215).

"Bukanlah dari golonganku orang yang menyerukan 'ashabiyah, bukanlah golonganku orang yang berperang karena 'ashabiyah dan bukan golonganku orang yang mati di atas dasar 'ashabiyah" (HR. Abu Dawud).

Lantas apa itu 'ashabiyah? Maksudnya adalah perasaan fanatisme golongan, termasuk ke dalamnya kesukuan dan nasionalisme. Dijelaskan bahwa 'ashabiyah inilah yang memecah-belah kaum muslimin pasca runtuhnya kekhilafahan Islam (Iskandar, 2016, hal. 215).


3. Munculnya Ide HAM & Demokrasi

Alhasil dengan munculnya ide HAM dan demokrasi membawa pengaruh terhadap kehidupan bernegara seperti judi, minuman keras, pergaulan bebas, free sex muncul dimana-mana dengan alasan asalkan tidak mengganggu orang lain. Pada akhirnya, perbuatan-perbuatan yang jelas-jelas maksiat itu justru dapat mendatangkan bencana salah satunya ialah munculnya penyakit HIV/AIDS (Iskandar, 2016, hal. 216). Kaum muslimin di dunia seakan-akan terpesona dengan munculnya ide Hak Asasi Manusia & Demokrasi. Ide-ide itu dianut dan diperjuangkan padahal merupakan sumber masalah bagi kelangsungan negeri-negeri Islam. Hal itu demikian dengan alasan demokrasi dan HAM, kaum muslimin ikut-ikutan memperjuangkan kebebasan berperilaku, kebebasan beragama dan berpendapat. Dari sini kemudian muncul ide permisivisme (keserbabolehan) termasuk memperbolehkan berperilaku apa saja asalkan tidak mengganggu orang lain (Iskandar, 2016, hal. 215-216).

Baca artikel lanjutannya di Pengaruh Runtuhnya Khilafah Bagi Umat Islam Dunia (Bagian 2)


Referensi

Iskandar, Arief B. (2016). Materi Dasar Islam, Islam Mulai Akar Hingga Daunnya. Al-Azhar Press: Bogor.

Santri Kuping
Santri Kuping Hai! Saya Guntur saat ini bekerja di Yayasan Semangat Berdakwah Indonesia sebagai management team & pengajar di Rumah Tahfiz Indonesia. Salam kenal :)

Posting Komentar untuk "Pengaruh Runtuhnya Khilafah Bagi Umat Islam Dunia (Bagian 1)"