Statistiche web
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengelolaan Harta yang Dilarang dalam Islam


Ilustrasi Emas Batangan

Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel yang berjudul Pentingnya Mengajari Anak Mengelola Keuangan dalam Islam. Pada tulisan kali ini mari kita ajari anak-anak untuk mengetahui pengelolaan harta yang dilarang dalam Islam. Hal ini sangat penting diamalkan karena Islam merupakan agama yang kompleks dan mengatur kehidupan para pemeluknya sehingga perlu ditegaskan kalau Islam bukanlah agama yang sebatas menjalankan ibadah ritual belaka.

Berikut ini beberapa bentuk pengelolaan harta yang dilarang dalam Islam. Selamat membaca 😊


1. Jangan Menimbun Harta!

Islam melarang para pemeluknya menimbun harta seperti menyimpan emas, perak ataupun uang tanpa ada tujuan atau keperluan yakni semata-mata menyimpan. Jika ada keperluan seperti untuk membeli barang yang dibutuhkan semisal membayar biaya sekolah, persiapan menikah, maka hal-hal semacam ini masih diperbolehkan (Retnaningsih, 2021, hal. 38).

Dari paragraf di atas, orangtua perlu memberikan arahan kepada anak-anaknya bahwa tujuan menabung ialah mengumpulkan uang untuk suatu tujuan tertentu. Misal anak diajari menabung untuk membeli mainan yang dia inginkan atau biaya sekolah di masa depan (Retnaningsih, 2021, hal. 38). 

Jadi kesimpulannya adalah Islam melarang keras siapapun yang memiliki harta yang hanya ditimbun tanpa adanya keperluan/tujuan. Mari kita cek barang-barang di rumah kita, apakah ada barang-barang yang hanya pajangan tanpa digunakan sesuai fungsinya? Bila ada segera untuk dipakai atau disedekahkan kepada orang yang membutuhkan karena itu akan menjadi pemberat bagi kita kelak saat yaumul hisab.

Seperti halnya kita punya pakaian yang didiamkan tanpa dipakai atau alat perabot rumah tangga seperti piring/gelas yang hanya jadi pajangan di lemari khusus. Barang-barang seperti itulah yang harus segera kita pakai dan ubah mindset diri kita sendiri agar jangan sebatas jadi pajangan belaka. Bahkan penting juga anak-anak diajari agar bisa berbagi mainan kepada anak-anak yang kurang mampu.

Pembaca yang budiman, ingatlah barang-barang yang disebutkan tadi ada manfaat/fungsinya, jangan sampai kita timbun dan jadikan pajangan. Cobalah merenung kepada orang-orang yang kurang mampu, mereka pasti membutuhkannya, kenapa enggan untuk berbagi?


2. Belanjakan Harta dengan Benar!

Islam melarang seseorang membelanjakan harta di jalan yang dilarang Allah Swt. yang dikenal dengan istilah Israf atau Tabdzir. Misal seseorang membeli kupon undian alias togel, minuman keras, dan sejenisnya. Berikutnya, Islam melarang seseorang untuk bermewah-mewah untuk menyombongkan diri di hadapan orang lain (Retnaningsih, 2021, hal. 38). 

Orangtua penting sekali mengajarkan anak-anaknya dalam mengelola keuangan sejak dini untuk menghindari sikap hedonisme saat beranjak dewasa nanti. Dikarenakan di zaman yang serba canggih seperti saat ini, generasi muda banyak yang berlomba-lomba memamerkan materi seperti gadget yang canggih, makan di restoran mewah, travelling ke tempat-tempat instagramable dan sebagainya.

Disitulah peran orangtua sebagai rem untuk anak agar tidak terbawa arus hedonisme alias paham yang berkaitan dengan sikap kebebasan dalam bersenang-senang dan mengedepankan hura-hura untuk memperoleh kesenangan.


3. Antara Kebutuhan & Keinginan

Kunci utama dalam mengelola harta dalam Islam yakni orangtua harus bisa mengajarkan anak untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Anak harus diajarkan untuk membatasi pembelanjaannya dan menyusun skala prioritas. Anak yang mendapatkan segala yang diinginkannya akan menyebabkan si anak tumbuh menjadi pribadi yang egois, tidak mampu mengendalikan diri yang pada akhirnya akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan (Retnaningsih, 2021, hal. 39).

Tentu hal itu sangat berbahaya, apalagi jika hal itu diteruskan sampai usia dewasa. Oleh karena itu, orangtua harus punya sikap tegas kepada anak karena itu juga bentuk pendidikan serta kasih sayang kepada mereka. 

Intinya, tidak semua keinginan anak dapat dipenuhi. Tapi apabila itu memang kebutuhannya, maka orangtua harus memberinya challenges seperti menabung setiap hari, membantu orangtua membereskan pekerjaan rumah, hingga mendorong anak memperoleh nilai 100 pada salah satu mata pelajarannya di sekolah. Sikap seperti itu tentunya akan sangat bermanfaat agar sang anak mandiri dan memiliki mental kuat sebagai pejuang.

Orangtua memang harus extra dalam memberikan pendidikan kepada anak. Walaupun anak diberikan pendidikan/disekolahkan di sekolah yang layak/mahal. Akan tetapi, pendidikan keluarga-lah yang paling utama posisinya. Karena di rumah-lah sang anak banyak berinteraksi dengan kedua orangtuanya. Maka dari itu orangtua harus terus belajar dan rutin mengikuti kajian untuk mengupgrade keilmuan yang dimilikinya.

Sekian artikel terkait pengelolaan harta dalam Islam. Semoga bermanfaat 😊


Referensi

Retnaningsih, Arini. (2021). Mendidik Anak Mengelola Keuangan: Media Politik dan Dakwah Al-Wa'ie Edisi 1-30 September 2021. Jakarta Selatan: Pusat Studi Politik dan Dakwah Islam.

Santri Kuping
Santri Kuping Hai! Saya Guntur saat ini bekerja di Yayasan Semangat Berdakwah Indonesia sebagai management team & pengajar di Rumah Tahfiz Indonesia. Salam kenal :)

Posting Komentar untuk "Pengelolaan Harta yang Dilarang dalam Islam"