Statistiche web
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perjalanan Rasulullah SAW ke Sidratul Muntaha

Ilustrasi Sidratul Muntaha

Artikel ini merupakan kelanjutan episode dari tulisan sebelumnya yang berjudul "Isra' Mi'raj Sebuah Peristiwa Fenomenal".

Diriwayatkan dari Malik bin Sha'sha'ah ra. Nabi Saw. menceritakan pengalamannya saat diisra'kan sebagai berikut (Ridha, 2021, hal: 10-14):

Rasul Saw. berkata, "Ketika aku sedang berada di Al-Hathim" atau beliau mengatakan: "Al-Hijr" (sambil berbaring miring) tiba-tiba datanglah seseorang kepadaku."

Selanjutnya, Rasul Saw. berkata, "Lalu orang itu membedah antara ini dan ini." 

Perawi menjelaskan bahwa yang dibedah yaitu "Dari pangkal tenggorokan sampai tempat tumbuhnya rambut di bawah perut."

Rasul Saw. menjelaskan, "Lalu dia keluarkan hatiku, kemudian datanglah kepadaku bejana dari emas penuh dengan iman, lalu dia membasuh hatiku, kemudian diisi. Kemudian dikembalikan. Selanjutnya, didatangkanlah kepadaku seekor binatang kendaraan, lebih kecil dari bighal dan lebih besar dari keledai, berwarna putih."

Perawi menjelaskan bahwa kendaraan/hewan yang dimaksud adalah Buraq.

Kemudian Rasul Saw. melanjutkan, "Binatang itu sanggup melangkah sejauh pandangan matanya. Aku diangkut dengan kendaraan itu, selanjutnya Jibril membawaku hingga tibalah aku di langit terendah. Maka dia (Jibril) meminta dibukakan (Pintu)."

Setelah diberi izin untuk masuk ke dalam langit pertama, Rasul Saw. melihat Nabi Adam As. lalu Jibril menyuruh beliau memberitahu Rasul dengan berkata, "Ini Ayahmu, Adam! Ucapkanlah salam kepadanya."

Kemudia Rasul Saw. mengucap salam dan dibalas oleh Nabi Adam As. seraya berkata, "Selamat datang, anak yang shalih."

Kemudian malaikat Jibril membawa Rasul Saw. ke langit kedua dan meminta dibukakan pintu kepada malaikat penjaga di sana.

Saat itu Rasul Saw. melihat Nabi Yahya dan Isa As. yang keduanya merupakan saudara sepupu. Malaikat Jibril mengenalkan dan meminta Rasul Saw. untuk mengucapkan salam kepada mereka.

Kemudian, Nabi Yahya dan Isa As. membalas salam dan berkata, "Selamat datang, saudara yang shalih dan Nabi yang shalih."

Selanjutnya, Rasul Saw. dibawa oleh malaikat Jibril ke langit ketiga. Kala itu Rasul Saw. bertemu Nabi Yusuf As. malaikat Jibril mengenalkan dan menyuruh Rasul Saw. untuk mengucapkan salam kepadanya.

Kemudian, Nabi Yusuf As. membalas salam dan berkata, "Selamat datang, saudara yang shalih dan Nabi yang shalih."

Setelah itu, malaikat Jibril membawa Rasul Saw. ke langit berikutnya yakni keempat dan bertemu dengan Nabi Idris As. Lalu malaikat Jibril mengenalkan dan menyuruh Rasul Saw. untuk mengucapkan salam kepadanya.

Rasul Saw. dibawa lagi ke langit kelima dan melihat Nabi Harun As. Malaikat Jibril mengenalkan dan menyuruh Rasul Saw. untuk mengucapkan salam kepadanya.

Dibalasnya salam Rasul Saw. oleh Nabi Harun As. seraya berkata, "Selamat datang, saudara yang shalih dan Nabi yang shalih."

Selanjutnya, Rasul Saw. dibawa ke langit keenam dan bertemu dengan Nabi Musa As. Malaikat Jibril mengenalkan dan menyuruh Rasul Saw. untuk mengucapkan salam kepadanya.

Kemudian, dijawabnya salam tersebut oleh Nabi Musa As. dan berkata, "Selamat datang, saudara yang shalih dan Nabi yang shalih."

Ketika Rasul Saw. melewati Nabi Musa As. tiba-tiba Nabi Musa As. menangis. Saat itu Rasul Saw. menanyakannya dan dijawabnya, "Aku menangis, karena ada seorang anak yang diutus setelahku, umatnya yang masuk surga lebih banyak daripada umatku yang memasukinya."

Selanjutnya, malaikat Jibril membawa Rasul Saw. ke langit ketujuh dan melihat ada Nabi Ibrahim As. Malaikat Jibril mengenalkan seraya berkata, "Ini Ayahmu, Ibrahim. Ucapkanlah salam kepadanya."

dijawabnya salam tersebut oleh Nabi Ibrahim As. dan berkata, "Selamat datang, saudara yang shalih dan Nabi yang shalih."

Setelah itu, Rasul Saw. dibawa oleh malaikat Jibril ke Sidratul Muntaha. Rasul Saw. melihat buah pohon Sidrah sebesar qulah di negeri Hajar, dan daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah.

Lalu malaikat Jibril berkata, "Inilah Sidratul Muntaha."


Referensi

Ridha, Muhammad. (2021). Isra'-Mi'raj dan Permulaan Masuknya Islam Kaum Anshar. Hikam Pustaka.

Santri Kuping
Santri Kuping Hai! Saya Guntur saat ini bekerja di Yayasan Semangat Berdakwah Indonesia sebagai management team & pengajar di Rumah Tahfiz Indonesia. Salam kenal :)

Posting Komentar untuk "Perjalanan Rasulullah SAW ke Sidratul Muntaha"