Statistiche web
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puasa dan Manfaatnya Bagi Kesehatan


Sedang Berpuasa

Bagi umat Islam shaum (puasa) merupakan ibadah yang bisa dilakukan kapan saja. Tidak harus menunggu momentum Ramadhan yang terjadi setahun sekali karena ada amalan puasa sunnah seperti puasa Senin dan Kamis, puasa Daud, Ayamul Bidh. Ternyata puasa dari sudut pandang medis mempunyai catatan tersendiri lho...

Dikutip dari Pusat Data dan Analisa Tempo dijelaskan bahwa Lanawati, seorang pasien perempuan non-muslim berusia 51 tahun pernah menerapkan terapi "puasa" setelah mengunjungi pusat kesehatan bernama Healthy Choice. Hasil yang didapatkan oleh Lanawati dari terapi tersebut membuat kesehatannya semakin membaik yang sebelumnya ia menderita gangguan hati (liver) dan sakit persendian kaki. Dikatakan juga bahwa berat badannya pun turun 6 kg dan ia merasa kondisinya sudah lebih bugar.

Namun, puasa yang dijalani oleh Lanawati berbeda dengan puasa yang dijalani oleh seorang muslim. Lanawati hanya diminta dokter untuk puasa makan makanan padat selama 17 hari. Ia hanya diminta mengonsumsi jus sayur dan buah yang diberikan oleh klinik. Terdapat hikmah tersendiri selama Lanawati menjalani terapi tersebut. Dirinya menjalani terapi tersebut bersamaan dengan momentum Ramadhan sehingga tidak tergoda dengan berbagai makanan. Mungkin atmosfer saat itu mendukung ya karena orang-orang di sekitarnya juga sedang beribadah puasa.

Perlu diketahui bahwa Lanawati saat itu menjalani terapi "puasa" untuk detoksifikasi alias mengeluarkan racun dari dalam tubuhnya. Sehingga klinik menyarankan untuk berpuasa mengonsumsi makan-makanan padat. Lanawati selain menjalani terapi tersebut juga diberikan pelayanan medis berupa terapi pembersihan usus besar dengan colon hydrotherapy.

Dokter Riani Susanto sebagai dokter yang merawat Lanawati menjelaskan bahwa terapi "puasa" tidak bisa dianggap remeh karena untuk mencapai hasil yang maksimal, pasien harus minum jus minimal 3 hari berturut-turut setiap sebulan sekali atau lima hari berturut-turut selama dua bulan sekali. Jadi terapi ini menurut Dokter Riani pasien harus mengonsumsi jus sayur/buah di pagi, siang, dan malam hari. Selain jus, pasien hanya boleh minum air putih saja. Menurut Dokter Riani yang perlu digaris bawahi selama pasien menjalani terapi ialah jus yang dikonsumsi itu harus bebas pestisida alias buah/sayur organik.

Menurut Dokter Riani, tubuh manusia secara alami memiliki mekanisme dalam membuang racun melalui organ hati, ginjal, kulit, paru-paru, kelenjar getah bening, dan usus besar. Hanya saja organ-organ tersebut bisa menurun fungsinya apabila seseorang keseringan mengonsumsi makanan siap saji, makanan/minuman terlalu manis, kafein, dan makanan/minuman yang mengandung bahan pengawet.

Itulah sepenggal kisah seorang pasien bernama Lanawati dan Dokter Riani yang menanganinya. Dari kisah tadi kita dapat belajar bahwa terapi berbungkus "puasa" saja dapat menyehatkan kondisi tubuh apalagi seorang muslim yang rutin menjalankan puasa sunnah. Dari kisah itu bisa kita ambil hikmah bahwa Islam mengajarkan kesehatan juga kepada para pemeluknya.

Hal yang perlu digaris bawahi bagi seorang muslim yakni berpuasalah karena itu adalah ajaran agama (ibadah). Hindari beramal apabila hanya dunia yang ingin kita dapatkan. Karena semua itu kembali kepada niat sehingga hasilnya pun akan berbekas terhadap niat awal kita dalam menjalaninya. Ingatlah sabda Rasulullah Saw. berikut ini:

ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits).

Selanjutnya, terdapat beberapa manfaat puasa dari sudut pandang ilmu kesehatan:

1. Otak banyak mengeluarkan omega 3 yang sangat dibutuhkan sel saraf.

2. Jantung jadi semakin sehat karena otot-otot jantung dapat beristirahat.

3. Organ hati dapat lebih optimal menyaring racun dan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh

4. Meningkatkan kolesterol darah HDL (baik) dan menurunkan lemak trigliserol yang merupakan kolesterol LDL (jahat) yang bisa menyebabkan stroke dan penyakit jantung.

5. Lambung dan sistem pencernaan dapat beristirahat.

6. Memberikan kesempatan bagi kelenjar pankreas untuk istirahat.

7. Mencegah penyakit degeneratif termasuk di antaranya yaitu penyakit jantung, stroke, dan penuaan dini.

Itulah sederet manfaat dan hikmah puasa bagi tubuh kita semoga kaum muslimin menjadikan puasa sebagai ibadah bukan sekadar manfaat yang diambil. Yang jelas Islam mengarahkan kebaikan pasti hasilnya pun baik. Apabila sebaliknya berarti ada yang keliru/salah dalam mengamalkannya.

Terimakasih sudah berkunjug semoga ilmu yang didapat bermanfaat 😊


Referensi:

- Pusat Data dan Analisa Tempo. (2021). Puasa untuk Kesehatan. Tempo Publishing.
- Hadidi, Marwan. (2021). Penjelasan Hadits “Innamal A’malu Binniyat” diakses pada 25 Maret 2022 dari https://muslim.or.id/21418-innamal-amalu-binniyat.html

Santri Kuping
Santri Kuping Hai! Saya Guntur saat ini bekerja di Yayasan Semangat Berdakwah Indonesia sebagai management team & pengajar di Rumah Tahfiz Indonesia. Salam kenal :)

Posting Komentar untuk "Puasa dan Manfaatnya Bagi Kesehatan"