Statistiche web
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Berpuasa Bagi Penderita Maag

Ilustrasi Nasi Kotak

Bulan Ramadhan merupakan momentum bagi umat Islam dalam menjalani ibadah puasa selama sebulan lamanya. Puasa sendiri sangat menyehatkan bagi tubuh dan hal ini pernah dibahas pada artikel sebelumnya berjudul "Puasa dan Manfaatnya Bagi Kesehatan" yang bisa sahabat klik apabila belum mengetahuinya.

Perlu kita garis bawahi terlebih dahulu bahwa puasa di bulan Ramadhan dihukumi wajib bagi setiap muslim. Bahkan apabila ada yang meninggalkan ibadah tersebut akan dikenai hutang yang wajib dibayar di kemudian hari. Masalahnya, bagaimana komentar medis terhadap seorang penderita maag yang ikut menjalani puasa di bulan Ramadhan?

Seorang mahasiswi PTN di Makassar memiliki pengalaman yang cukup unik. Pasalnya ia tetap berpuasa walaupun dirinya tahu menderita maag. Sakit maag yang diderita oleh Hariani sering kambuh pada malam hari. Ia sering merasakan sakit maagnya kambuh saat atau setelah Shalat Tarawih. Namun pada akhirnya puasa yang ia jalani membawa keberkahan baginya. Selain pahala yang didapat dari kesungguhan ibadahnya, sakit maagnya sembuh karena puasanya itu. 

Penasaran kan? Coba simak tips dari Dokter Nu'man A. S. Daud Spesialis Penyakit Dalam berikut ini 😊


1. Jaga Pola Makan ketika Berbuka dan Sahur

Pada dasarnya, puasa itu menyehatkan khususnya bagi penderita maag yang belum terlalu parah. Hal itu demikian karena dengan berpuasa lambung bisa beristirahat sehingga produksi asam lambung menjadi normal. Penderita maag yang menjalani puasa harus menjaga pola makan dengan cara mengonsumsi sedikit makanan untuk menjaga kesehatan lambungnya. 

Jenis makanan ketika berbuka puasa haruslah bertekstur lembut, lunak, dan masih diperbolehkan yang berasa manis. Contoh makanan yang recommended bagi penderita maag ketika berbuka puasa yaitu kue lapis, agar-agar, es cendol atau es buah. Walau demikian, penderita maag harus menghindari es buah dengan buah yang mengandung gas seperti nangka. 

Adapun mengonsumsi makanan berat seperti nasi dan lain-lain baru diperbolehkan setelah menunggu 2 jam kemudian. Mengapa harus menunggu 2 jam dulu? Jawabannya agar lambung dapat bekerja secara pelan-pelan. Kalau tidak demikian, yang terjadi adalah pembesaran lambung yang mengakibatkan meningkatnya produksi asam lambung.

Kemudian, penderita maag yang belum terlalu parah, makan secukupnya saja ketika sahur. Kurangi mengonsumsi makanan yang berkadar lemak tinggi dan kunyah dengan baik makanan itu (jangan terburu-buru). Anggapan bahwa waktu sahur seseorang harus makan sebanyak-banyaknya agar tahan saat puasa dibantah oleh dr. Nu'man karena secara medis organ hati memproduksi cadangan gula darah yang cukup banyak untuk menghasilkan energi selama 12-14 jam saat berpuasa.


2. Hindari Kafein

dr. Nu'man menyarankan bagi penderita maag fungsional untuk menghindari minuman berkafein saat sahur maupun berbuka. Alasannya karena kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung. Selain kafein, hindari juga makanan yang terlalu banyak bumbu, pedas, minuman bersoda, dan buah-buahan yang mengandung gas.

Menurut dr. Nu'man asam lambung pada dasarnya berguna bagi proses pencernaan. Akan tetapi, jika itu berlebihan akan menyebabkan iritasi atau luka pada lambung.


3. Catatan Dokter Nu'man Bagi Penderita Maag Patologi

Sudah pernah dengar tingkatan maag? Jadi, maag itu ada tingkatannya yang harus diketahui dan pengobatannya pun berbeda-beda tergantung tingkat keparahannya. Sederhananya, penyakit maag terbagi menjadi 3 yaitu maag ringan, maag fungsional (pertengahan), dan maag akut (patologi).

Bagi penderita maag fungsional selalu waspada apabila enggan untuk terapi atau mengikuti anjuran dokter. Pada dasarnya, penderita maag fungsional bisa berkembang menjadi maag patologi apabila tidak diobati secara baik. Maka dari itu, sebaiknya penderita maag terutama maag ringan tidak boleh meremehkan nyeri di ulu hati.

Bagi penderita maag akut (patologi) disarankan untuk tidak berpuasa. Hal itu demikian karena penderita sudah mengalami kerusakan struktur, ada salah satu organ pencernaannya yang terluka. Penderita maag akut biasanya mengalami gejala berdarah saat BAB atau kotorannya berwarna kehitam-hitaman. Oleh karena itu, alasan untuk tidak berpuasa didasari karena harus rutin minum obat.


4. Selalu Waspada!

Siapapun Anda, baik penderita maag maupun bukan, apabila mengalami nyeri yang luar biasa di ulu hati, disertai mual bahkan muntah, sebaiknya segera membatalkan puasanya! Disarankan untuk segera meminum obat maag sesuai anjuran dokter. Hal itu dikhawatirkan bisa memperparah kondisi lambung yang pada akhirnya tidak kita harapkan menderita sakit maag.

Kesimpulannya, penderita maag terutama maag ringan harus menjalani terapi puasa untuk mengurangi kinerja lambung. Penderita harus mengurangi dalam mengonsumsi makanan berlemak tinggi, minuman yang mengandung kafein, makanan bertekstur keras, bumbu-bumbuan, buah yang mengandung gas seperti nangka, serta makanan pedas.

Semangat dalam menjaga pola makan. Imbangi juga dengan berolahraga serta ibadah yang sempurna ya sahabat. Semoga artikel ini bermanfaat 😊


Referensi

Pusat Data dan Analisa Tempo. (2021). Puasa untuk Kesehatan. Tempo Publishing.

Santri Kuping
Santri Kuping Hai! Saya Guntur saat ini bekerja di Yayasan Semangat Berdakwah Indonesia sebagai management team & pengajar di Rumah Tahfiz Indonesia. Salam kenal :)

Posting Komentar untuk "Tips Berpuasa Bagi Penderita Maag"